Kamis, 22 Mei 2008

renungan

sssalamualaikum wr wb .................PERNAKAH sesekali kita nikmati dgn penuh perasaan akan kesehatan yg kita rasakan ini?pernakah kita menitiskan airmata saat menjenguk seseorang yg tergeletak di pembaringan krn sakit?pernakah secara sungguh" kita bersyukur kepada Allah atas kenyamanan hidup dikala sehat?sebab biasanya kita br akan merasakan nikmat sehat justru dikala kita sakit.mengapa hal ini terjadi?mengapa saat sehat kita tidak merasakan sehat namun ketika sakit kita malah mengharapkan sehat?

Rasulullah pernah bersabda"siapa yg mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya".kalimat ini dapat kita fahami dgn asumsi siapa yg mengetahui setiap detail dirinya dalam arti menyeluruh,dari mulai operasionalitas sel2tubuhnya hingga beraneka ragam jiwanya serta kekuatan dan eksistensi ruhnya,maka dia pasti akan mampu menyaksikan bahwa Allah adalah Tuhan Maha Hebat yg hrs dipuja dan dipuji krn rasa syukur kepada_NYA.

Pernah jugakah kita benar2menghayati syahadat kita hingga tergetar hati kita saat telunjuk digerakan pada waktu shalat? apapunyg saya sebutkan diatas merupakan hal saling berkaitan dalam hidup ini.pertama ketika mengetahui eksistensi diri,maka kita akan tahu kehebatan Allah. setelah kita tahu kehebatan Allah dengan sendirinya rasa syukur itu akan menyapa,baru kemudian kita dapat benar2beraksi bahwa Allah adalah Tuhan yg menciptakan kita dengan penuh kasih sayang serta mengatur seluruh kehidupan ini.mengatur kehidupan yg saya maksudkan adalah hal2yg membuat kita menjadi hidup,bukan perihal rezeki yg kita gunakan buat hidup.kalau masalah rezeki itu ya urusan kita sendiri.Allah hanya sekedar mengikuti keinginan kita.saya harap anda bisa membedakan keinginan dan khayalan.khayalan itu adalah keinginan jiwa yg tidak terimplementasikan oleh tubuh,sedangkan keinginan atau harapan adalah suatu kemauan yg dibuktikan oleh perbuatan jasad.keinginan yg seperti inilah yg dikatakan sebagai do'a.Do'amerupakan niat yg direncanakan oleh hati dan diburu oleh sikap.karakter yg seperti ini merupakan keyakinan.Artinya doa adalah mewujudkan keyakinan.'ud'uniy astajib lakum'berdoalah kepadaku,pasti kujawab do'amu.nah tinggal masalahnya adalah bagaimana mungkin kita bisa memiliki keyakinan yg akan terwujud oleh suatu ikhtiar,kalau setidaknya kenal sedikit dengan Allah saja tidak. Begini ada baiknya kita coba mengenal Allah lewat apa saja yg sudah diberikan_NYA kepada kita sebelum kita mencari tahu eksistensi sebenarnya.

nafas,yah,nafas yg kita hirup setiap hari ini adalah pemberianya_NYA.seseorang membutuhkan setidaknya setengah liter udara untuk sekali bernafas.kecuali jika menarik nafas panjang,itu akan membutuhkan 2liter udara.sedangkan satu menit,paling tidak manusia bernafas 16 hingga 18 kali.Artinya sedikitnya manusia membutuhkan udara 9 liter setiap menitnya.Bayangkan berapa liter yg sudah kita habiskan dalam 1hari saja.Seandainya Allah memberikan bandrol harga dari setiap liter udara yg kita hirup 100 rupiah saja,maka sudah berapa triliyun rupiah yg sudah kita habiskan hanya sekedar untuk bernafas.Sedangkan nafas jauh lebih penting dari makanan pokok yg kita makan,seperti beras misalnya.jika sekarang harga beras 5500 rupiah perliter maka seharusnya udara yg prioritasnya jauh lebih penting ketimbang beras,dihargai 10.000rupiah perliternya.Dan anda bisa membayangkan bagaimana jadinya. FABI AYYI AALAA IRAOBIKUMAATUKADZIBAN,maka nikmat Tuhanmu yg mana lagi yg engkau dustakan?Bukan cuma itu,setiap setengah liter udara yg kita hirup mengandung bebrapa zat yg sudah ditentukan kadaritasnya.seperti zat lemas(nitrogen),zat asam(oksigen),zat air(hidrogen),dan yg lainnya.Dengan takaran udara ,zat lemas 78%,zat asam 21% dan 1%zat lainnya.Dan kadaritas itu tidak boleh lebih ataupun kurang seandainya zat asam yg seharusnya 21% dikurangi sedikit saja,maka api tidak akan dapat nyala,sedangkan bila dilebihkan sedikit saja maka pastinya ketika hujan,petir akan menyambar kita.

Dari gambaran ini seakan_akan Allah selalu meracik kandungan udara yg akan kita hirup.Subhanallah,begitu berhasil kita menghirupnya,bukan malah syukur yg kita ucapkan,melainkan kemaksiatan yg terjadi.Allah ,meracik nafas buat kita kemudian kita manfaatkan untuk berbuat dosa.Dimanakah nurani dan akal sehat kita? Tapi kendati demikian,toh tidak membuat Allah putus asa untuk tetap meracik kandungan udara buat kita. Tepatlah kiranya ketika Allah menyatakan diri_NYA sebagai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Pengampun.Jika Ia ingin menghukum setiap manusia yg berdosa,maka tidak akan tersisalah satupun manusia diatas bumi ini.Ia selalu menanti manusia yg bersalah untuk kembali kepada_NYA.Bertaubat. Ketika kita sudah mampu mensyukuri segala nikmat yg telah Allah berikan,maka rasanya malu sekali untuk menengadahkan tangan meminta hal yg seharusnya menjadi kewajiban kita untuk memenuhi kepada Allah.Seperti permintaan rezeki,kenaikan karier atau lain sebagainya.Apalagi untuk meninggalkan shalat sebagai sarana beretrima kasih kepada_NYA.

Mari sejenak kita merenungi akan janji Allah yg menyatakan"siapa yang bersyukur kepada_KU,maka akan KU tambahkan nikmat itu,namun barang siapa yang tidak bersyukur,sesungguhnya penderitaan itu akan semakin parah. Saya ingin mengajukan ilustrasi kecil mengenai syukur ini.Syukur memiliki tiga rukun.yg pertama syukru bil qolb(syukur dengan hati).ketika mendapatkan karunia nikmat,setidaknya hati benar_benar berterima kasih kepada Allah akan apa yang barusan diberikan_NYA itu lewat ibadah mahdhoh kepada_NY.kemudian syukru bil lisaan(bersyukur dengan lisan),yakni mengungkapkan syukur kepada Allah dengan Alhamdulillah dan ucapan terima kasih kepada orang yang menjadi perantara Allah dalam rangka sampainya rezeki itu kepada kita.Baru level selanjutnya adalah syukru bil fi'li (syukur dengan perbuatan),yakni dengan menggunakan atau memanfaatkan rezeki itu dengan sebaik_baiknya. Misalnay,Allah memberikan sehelai baju kepada saya lewat tangan anda.Maka syukur hati saya adalah melaksanakan segala perintah_NYA dengan seluruh kemampuan kita serta menjauhi semua larangan_NYA.Baru setelah itu syukur lisan saya adalah dengan cara berterima kasih kepada anda sebagai perantara Allah sampainya baju itu ke tangan saya. Dan syukur perbuatan saya adalah memanfaatkan baju tersebut dengan sebaik_baiknya.Menjaga serta merawatnya. Ketika anda atau orang lain menyaksikan saya melakukan tiga estafesitas syukur itu,maka rasanya anda atau orang lain yang memiliki nurani akan merasa senang karena telah memberikan baju kepada saya,dan tidak menutup kemungkinan anda atau orang lain akan memberikan lagi bila ada kesempatan.Inilah yang dimaksud la'aziydannakum(benar_benar akan Aku tambah nikmat itu untukmu).Tapi sebaliknya,bila anda yang telah memberikan baju kepada saya menyaksikan saya meremehkan baju pemberian anda tersebut,sama sekali tidak berterima kasih,bahkan anda melihat baju yang telah anda berikan kepada saya malah saya jadikan kain pel atau keset,anda bisa menerka bagaimana kondisi bathin anda menyaksikannya? Dan keyakinan saya anda tidak akan memberikan baju lagi atau bahkan sesuatu yang lain kepada saya meskipun pada saat saya sangat membutuhkannya.Inilah yanag dimaksud inna adzabiy lasyadid(sungguh penderitaan itu sangat pedih atau bertambah parah).

Demikian Allah menyatakan dalam ayat yang lain,waman syakaro fainnama yasykuru linafsih,waman kafaro fainna rabbi ganiyyun karim (dan siapa yang bersyukur maka sesungguhnya rasa syukur itu buat dirinya sendiri,namun siapa yang tidak mau bersyukur,sesungguhnya Allah adalah Tuhan yang Maha Kaya dan Mulia). Dia tidak butuh diterimakasihi.

Dalam kitab alhikam tertulis,malulah engkau ketika meminta kepada Allah sesuatu yang sudah dipastikan_NYA untukmu,dan mintalah sesuatu yang belum tentu Dia berikan untukmu yaitu iman dan hidayah. Saya beraksioma akan kalimat ini,merujuk sejarah Abu Thalib yang begitu membela perjuangan Rasulullah,bahkan ketika Rasulullah berdo'a agar Allah menjadikannya seorang muslim,malah dijawab,urusan iman dan hidayah adalah urusan_KU. Jadi mintalah atau berdoa'alah kepada_NYA akan datangnya iman dan hidayah ke dalam diri kita,bukan meminta rezeki atau lainnya,karena rezeki adalah bagaimana kita mencarinya . Sebab ketika seseorang telah memiliki iman dan hidayah,maka ia akan memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah hingga mampu bersyukur se_syukur_syukurnya dan akhirnya setiap ingin melakukan apapun Allah memberikan jalan terang dengan petunjuk_NYA. Dan jadilah anda seperti apa yang diharapkan. Jadi intinya,kenali dulu Allah hingga mendatangkan sebuah keyakinan agar kita bisa bersyukur kepada_NYA dan dunia menjadi milik kita. Wallahu a'lam.

"SEMUA INI SAYA KUTIP DARI MAJALAH IRSYAD" semoga berguna wasalam...^

Tidak ada komentar: