menik kembange lombok gus
kembang melati dironce ronce
24 Januari 2007 18:17:47 wijiwilopo (wiji) menulis:
tak pantas kah jiwa ini kau cintai
walau pun berbaju beda dengan yang lain
apa karena aku tak berserban putih
tak nampak di barisan depan di mimbar jum'at
aku pengelana untuk sebuah perenungan
yang kelak akan membumikan bakhti kehambaan
aku belajari tiap helai nilai maha pengasihMu dan keAgunganmu
agar kamu tersenyum atas semua bait syair yang kulangkakan
kalau pun aku bukan kekasihmu
aku sangat puas bila dalam setiap langka
perjalan waktu yang di anugrahkan ini
tidak membuat benih kecewa Mu
kalau pun jalan merenung dan tersenyum kugelar
kucoba setiap saat tak perpaling dari masjidmu
biarpun harus sendiri kuliwati semua perjalanan ini
direlung hati ini ada keyakinan senyumMU, aku sanggup
25 Januari 2007 13:55:14 sri puri surjandari (puri) menulis:
Ketika aku merasa terbebani, aku baru teringat cintaMU, menangis, untuk tidak Kau tinggalkan
Padahal Kau berpesan, Aku tak pernah meninggalkanmu, tapi kau yang meninggalkanKu, Aku bahkan menyapamu, tapi kau tak menghiraukan Aku. Aku mencintaimu, tapi kau tak pernah balas cintaKu..."
Tangisku semakin menjadi,
aku takut aku benar-benar tidak membalas cintaMu, aku takut, aku benar-benar sok sibuk untuk menyapaMu...
aku takut... CINTAKU, tolong biarkan Kau tetap berdegup dijantungku dan di hatiku agar hatiku yang keruh ini dapat sedikit bercahaya dengan Cintamu
27 Januari 2007 19:15:57 andi nurdin (pendil) menulis:
dalam beribadah (shalat, shadakah,...), tanpa disadari oleh kita, kita melakukannya demi mendapat pahala (balasan) baik berupa kebaikan di dunia atau sebagai tabungan di akherat kelak. sangat sulit sekali, kita menghilangkan perasaan berupa harapan seperti itu. bagaimana seandainya, Allah meniadakan iming2 berupa pahala, kebaikan, dll. apakah kita masih mau beribadah kepadaNya, apakah kita masih mau membantu kaum lemah, apakah kita masih saling mengucap salam, apakah kita masih saling mendoakan. mudah2an kita mau belajar melakukan semua aktifitas yang menurut ajaran agama kita adalah baik dan dengan ikhlas meninggalkan semua larangan hanya demi cinta kita kepada sang Khaliq. sehingga kita akan selalu merasa kurang berbuat ibadah kepadaNya. kita membutuhkan Allah, maturnuwun
28 Januari 2007 20:31:12 dedy ip (dedy) menulis:
ass semuanya. ass kepada Abah. seandainya kuping ini bs mendengar dengan lngsung apa yang Allooh akan katakan kepadaku, mungkin Allooh akan mengatakan demikian pada diriku.
Ya Allooh ya Rahman, hamba mohon ampunan, atas segala kelalaian
30 Januari 2007 19:23:59 dedy ip (dedy) menulis:
Ya Allooh.... seandainya kupingku bisa mendengar bisikkan-Mu
Kau mungkin telah berkata "kemarilah,,,rengkuh Aku dngn sepenuh jiwamu, datanglah,,, Aku kan berlari menyambutmu"
Tapi aku selalu sibuk dengan diriku
Kalaupun datang ke rumah-Mu
aku hanya menciumi lantai sajadah-Mu
tanpa membekas dihatiku
Bukankah innassholaata tanha anil fahsyai wal munkar?
Tapi aku sholat tetap sholat, maksiat tetap maksiat
tidak berkolerasi antara sholatku dengan akhlakku
Ya Allooh...
aku hanya bs membayangkan dan menggambarkan diri-Mu
aku hanya bisa merayu,memuja-Mu dari kejauhan
Bukan untuk mendapatkan cinta-Mu
tp hanya sekedar memuaskan egoku
aku memaharahi mereka yg mendekati-Mu
seolah-2 akulah yg paling benar dalam syariat, paling dekat dengan-Mu, merasa Kau sudah menjadi kekasihku
apakah karna aku cemburu buta?
atau mungkin takut mereka lebih tulus mencintai-Mu
Ya Allooh yg Maha Rahman....
aku bersujud dan mohon ampunan
22 Februari 2007 15:05:08 Fikri Sulthoni (Fikri) menulis:
Subhanallah walhamdulillah walaailaahaillah wallahuakbar laahaulaawalaaquwata illa billahil'aliyyil adziim
Rabu, 07 Mei 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar