Jumat, 18 April 2008

Love's Samsung

Sebenarnya sih, saya gak suka ngomongin cinta-cinta ala Laila dan Majnun. Soalnya, kalau ngomong soal cinta, saya gak pengalaman. Saya gak malu kok kalau orang berkata saya ini kampungan gara-gara hal yang satu ini. Biarin aja. Namanya juga prinsip. Tapi, gak apalah! saya mencoba untuk bercerita sebuah film. Yang kebetulan ada kaitannya dengan apa yang ingin saya ceritakan nantinya. Silahkan di baca ya! Semoga bisa tertawa. Atau setidaknya senyum aja. Atau... jangan-jangan ....

Sebuah film Korea yang menceritakan seorang gadis berusia 30 thn. Samsung. Dia gadis yang suka berkata kasar pada setiap laki-laki. Blak-blakan... (mmm..kayak saya nih)... Dia bekerja di sebuah restoran Cake yang besar. Dia seorang pembuat cake yang enak. Dia pernah mengikuti kursus di Paris.

Namun, pada malam krismas dia tidak hadir di tempat kerjanya. Dengan alasan, dia menemui kekasihnya. Sebenarnya sih, dia tidak ingin meninggalkan kerjanya. Karena dia juga tergolong gadis yang berasal dari keluarga sederhana. Namun, karena kekasihnya berkata kalau pada malam Krismas nanti, hubungan mereka putus. Demi, untuk mempertahankan cintanya dia rela meninggalkan kerjanya. Namun, hubungan dengan kekasihnya tetap putus. Lantas,dia pun dikeluarkan dari tempat kerja. Kasihan ya!

Walaupun dalam keadaan bersedih, dia tetap mencari pekerjaan sana-sini. Macam-macam jawaban yang di dapatnya. Ada yang berkata, kalau dia tidak cocok kerja di perusahaan cake itu. Ada juga yang berkata kalau perusahaan mereka gak bisa membayar gaji Si Samsung karena lulusan dari Paris. Namun, dia tetap berusaha.

Hingga, pada suatu hari, seperti biasa lamarannya ditolak. Namun, kali ini dia disuruh menceritakan mengapa dia dipecat? Karena kepolosannya, dia menceritakan segalanya. (Lagi-lagi kayak saya nih)... Sebenarnya, dia bisa diterima. Tapi, karena mereka tahu kalau Samsung dipecat gara--gara 'cinta'.. maka dia ditolak. (mm... kasihan lagi nih). Anehnya, dia tidak menangis atau kecewa. Dia cuma menggerutu.

Dari lorong perusahaan cake tersebut, dia berpapasan dengan seorang pekerja yg membawa sebuah cake dari dapur tempat pembuatan cake. Dia pun mengendap-ngendap ke sana. Akhirnya dia mengintip ke dalam. Tanpa dia sadari, ada seorang pemuda yg melihatnya. Kebetulan pria ini juga ingin memesan cake di perusahaan itu. Si Pria (nama samaran aja ya. Solanya saya sudah lupa. ) ini menepuk punggung Samsung. Karena dalam keadaan membungkuk, rambut Samsung tersangkut di jas Pria. Sayangnya, di tarik-tarik gak bisa lepas. Dia pun ditarik masuk ke dalam tempat pembuatan cake itu. Kemudian Pria meminta gunting dengan niat untuk menggunting rambutnya Samsung.

Walau Samsung bersikeras melarangnya, namun ia tak dihiraukan. Plong! Putuslah rambut si Samsung. Wah... bukan main marahnya Samsung. Karena baginya, rambut itu amat penting bagi wanita. (Betul banget nih! Rambut mah harus dijaga bagi yang mengaku cewek.). Namun, Pria bersikap bagaikan tidak terjadi apa-apa.

"Saya akan menuntut kamu karena berani memotong rambut saya!" teriak Samsung.

"Silahkan! Bagaimana kalau saya juga menuntut balik kalau kamu adalah mata-mata untuk mengintip buatan cake di perusahaan ini. Mengapa? Karena kamu bukan pekerja sini." balas Pria.

Samsung dia saja. Ia tetap menatap rambutnya. Pria mendekati ketua masak cake di ruangan itu. Dia ingin memesan cake untuk restorannya. (dia seorang pemilik restoran besar). Namun, permintaannya ditolak karena waktu mepet. Tiba-tiba, Plong! Sebuah cake mendarat di muka Pria.

"Makan pelan-pelan! Saya membuat cake ini sebagai contoh dalam melamar kerja. Sekarang, saya memberi kau. Makan pelan-pelan!" kata Samsung sambil lalu meninggalkan ruangan itu.

Pria yang wajahnya berlumuran cake, menjilat cake itu. Lagi-lagi dia menjilatnya. Lagi dan lagi. Bahkan dia mengambil cake yang berserakan di lantai. (mmm... jorok! kotor atuh!). Tiba-tiba dia keluar secepat mungkin dari ruangan itu. Dan mengejar Samsung.....

Itulah awal perkenalan mereka. Dan akhirnya Samsung bekerja di restoran Pria ini. (klise gak ya? ).

Pria ini sebenarnya punya kebiasaan unik. Dia selalu memakai taksi. Padahal, dia orang kaya yang luar biasa. Umurnya masih sangat muda. Masih 20-an. Tetapi, dia selalu disuruh untuk menikah. Maklum, ibunya sudah agak tua. Biasalah! Orang tua memang selalu begitu. Umur selalu jadi alasan. Tetapi, mereka betul juga sebenarnya. Kan kita harus membahagiakan orang tua? Yee... sok baik nih!

Mereka pura-pura pacaran. Faktor dari Samsung, dia meminjam uang sama Sang Pria.Kebetulan dia mengalami masalah keluarga. Sedangkan, faktor dari Pria, karena ingin menghindari desakan orang tuanya. (mm.. movie selalu aja begitu ya. Selalu tepat dan pass. Iya. Kan sudah di atur, Hehehe...)

Akhirnya mereka melakonkan hubungan itu. Sampai akhirnya Samsung jatuh cinta beneran sama Pria. Pria juga begitu, tetapi dia belum mengakuinya. Dia cuma kadang marah-marah kalau Samsung berhubungan dengan lelaki lain. Bahkan Pria suka curhat sesuatu yg tidak pernah dia bagikan pada orang lain. Nah... dari situlah Samsung tahu kalau Pria mencintainya. Namun, akhirnya hubungan mereka koyak saat kedatangan tunangan Pria dari Amerika. (mm.. selalu saja begitu. Klise... Tapi, gak apalah! Baca aja ya!).

Samsung sakit hati. Dia benar-benar kecewa.

"Tidak usah kau pulangkan uang $50 juta itu.Karena saya menyalahi janji!" kata Pria

"Kamu pikir cinta saya boleh dibeli?... ya.. mungkin, saya tidak harus memulangkannya. Soalnya, saya pun tidak menaruh perasaan apapun!" kata Samsung.

Dengan perasaan kecewa, Samsung ke restoran. Ia minum sampai mabuk. (ini jangan ditiru!!! Kelakuan konyol! OK?). Dia merasa Bapaknya ada di depannya. Padahal, Bapaknya itu sudah mati loh. Kena serangan jantung. Lalu, terjadilah percakapan.

......".... Kalaulah saya berhati batu, saya tidak perlu merasakan hal ini. Kalaulah jantung saya tidak berdebar, saya tidak perlu merasakan kesakitan ini... "keluh Samsung

"Saya malah bahagia, Nak! Jantungmu masih normal. Bisa berdebar. Apakah kau sudah lupa? Bapak ini mati kena serangan jantung....Bersukurlah kalau jantungmu masih berdebar...!" kata Bapaknya.

......................Bersambung......................................................................

Marilah kita berbicara tentang debaran jantung.

Apakah benar kalau jantung kita berdebar saat berhadapan dengan orang lain, lantas kita bisa menyimpulkannya bahwa kita mencintai orang itu? (mmm.. anda menjawab apa ya? ).

Sekali lagi, mari lihat perspektif saya. Kalau saya jawabannya, Tidak! Mengapa? Tiba-tiba saya membayangkan waktu saya belum aktif berbicara dalam forum, (jangan ketawa ya! Soalnya, saya dulu super alim. Walaupun sudah diperlukan berbicara masih aja diam. Sekali lagi super alim. )... Nah.. ketika saya memulai untuk aktif dalam diskusi, jantung saya berdebar kencang saat ingin memulai berbicara. Nah... saya tanya anda. Adakah saya jatuh cinta? (bisa jawab gak ya?)...

Masa sih saya jatuh cinta? Jatuh cinta sama siapa? Banyak orang dalam ruangan itu. Apakah saya jatuh cinta pada semua orang dalam ruangan itu? Gak mungkin kan? .. No!.. Debaran jantung saya adalah debaran takut grogi.

Saya juga ingat kalau waktu kecil, saya nakal bukan main. Sampai-sampai saya kadang dicubit oleh Ibu. sakit!!.. Lalu, ketika saya melakukan kesalahan, jantung saya berdebar-debar. Adakah saya jatuh cinta? Mungkin saja. Mungkin itu kata anda. Ya! jawabku. Tapi, kita kan berbicara jatuh cinta lawan jenis. Jadi, lagi-lagi jawabannya... No!.. Lalu, debaran apakah itu? Debaran takut.

Jadi, mulai sekarang, bolehkah saya meminta pada Anda bahwa, "jangan percaya sepenuhnya tentang debaran jantung yg hanya fokusnya pada cinta lawan jenis!".. OK?

Eh... akhir-akhir ini, jantung saya berdebar-debar loh! Nah.. Anda masih ingat kan komitmen tadi? jadi, jangan salah kaprah dulu! Tapi, kali ini, saya gak mau mengatakan tentang debaran jantung saya yang satu ini. Selamat menerka!
Tags: iseng-iseng

Tidak ada komentar: