Jumat, 18 April 2008

Kau duduk di bangku dipan di luar pintu

sambil melempar senyum pada orang-orang

yang berlalu di depan rumahmu

sesekali kau bercanda pada mereka yang

sudi menyapamu

dan tak lupa kau mengucap kata: Aku baik-baik saja

saat kau tahu aku mengintipmu di belakang pintu

Itukah kau?

kau pandai membalut luka di lenganmu

balutan dari kain kaos yang mudah menyerap darah

obat merah dari toko emperan yang katanya cepat

menghentikan darah

Di balik senyuman gurauanmu

di balik kain kaos itu

kumelihat lukamu masih memerah

Barangkali!

Ya, Tuhan!

Aku menangis karena terharu

Sudikah kau berhenti menyapu obat merah yang murah itu?

Ah!

Tidak ada komentar: