Jumat, 18 April 2008

Aku tak berhak melafazkan bait itu

karena akulah penyebab aliran darah itu

Nak kuberlari membeli obat merah yang mujarab

untukmu di rumah sakita

yang kononnya bisa menyelamatkan nyawa

tapi, malah melayangkan nyawa

Kukutuk pisau di tanganku yang tidak sadar melukaimu

Kukutuk dompetku yang kosong itu

yang tidak bisa membelikan obat merah yang mahal untukmu

Kukutuk kenangan yang membawaku

pada kenangan lukamu

Kukutuk penamu yang menjadikanku tokoh

dalam kisah lukamu

Ah!

Alangkah indahnya jika aku salah satu

pemeran dalam buku cerita caintamu

yang ingin terbit itu

Tidak ada komentar: