Bukan Kosovo Yang Harus Diakui Tapi Israel !!!
Yang paling urgent bagi Indonesia itu bukanlah mengakui Kosovo
melainkan mengakui Israel dan membuka hubungan diplomatik secara
resmia karena Israel sudah resmi diakui oleh PBB dan seluruh negara2
didunia.
> "dipo" <dipo@...> wrote:
> tidak ada lagi alasan bagi pemerintahan SBY untuk
> membuat Indo terlihat celingukan mengendus ke mana
> angin bertiup. kemerdekaan bagi Kosovo merupakan
> wujud kebebasan-memilih
> Nugroho Wisnumurti:
> Indonesia harus konsisten berpijak pada prinsip
> kedaulatan dan integritas teritorial;
------------ --------- --------- --------- --------- --------- -
Komentar:
Berbeda pendapat di badan keamanan PBB adalah hal yang biasa dan bukan
hal yang bisa dijadikan landasan untuk merekomendasi kebijaksanaan
politik pemerintah RI.
Artinya, kalopun Amerika dan negara2 Eropah mengakui Kosovo, bukanlah
berarti Indonesia harus mengekornya. Untuk mengakui ataupun menolak
pengakuan itu sendiri haruslah ditinjau dari kepentingan Indonesia
sendiri bukan dari kacamata Amerika ataupun Eropah.
Pada dasarnya, setiap harus negara dilindungi hak2nya seperti keutuhan
wilayahnya. Oleh karena itu, mendukung dalam memecah belah negara
lain adalah bertentangan dengan tujuan PBB. Atas dasar ini, maka
sikap pemerintah RI untuk tidak mengakui Kosovo dapat dibenarkan,
karena kalo kita mendukung Kosovo untuk dipecah belah, maka pada
gilirannya nanti juga kita akan lebih dirugikan lagi karena terjebak
dalam memecah belah negara kesatuan RI ini dalam Aceh Merdeka, Maluku
Merdeka, dan Papua Merdeka.
Kalo Amerika dan Eropa itu mendukung Kosovo untuk proklamasi
kemerdekaannya dengan dukungan pengakuannya, bolehlah dianggap hanya
sebagai sandiwara politik mereka, karena mereka juga tahu bahwa
pengakuan mereka tidak akan membawa kepada pengakuan Internasional.
Demikianlah, sikap sandiwara politik yang dijalankan Amerika dan
Eropah sama sekali tidak punya nilai yang bisa dijadikan bahan diskusi
disini, apalagi justru merupakan jebakan yang menjerumuskan negara RI
apabila ikut2an mengakuinya.
Kalo anda pernah belajar ilmu politik Internasional di-Amerika, maka
anda tidak akan asing dengan strategi politik yang memberi pengakuan
kepada negara yang sebenarnya direncanakan untuk ditolak untuk
didukung menjadi negara. Dengan berjalannya waktu, maka keputusan
pengakuan bisa berubah maupun bisa bertahan, karena lebih ditujukan
sebagai mengulur waktu sambil melihat untung ruginya. Bahkan
seringkali, sebelum Amerika memberi pengakuan kepada suatu negara
lebih dulu menghubungi negara2 yang umumnya beropposisi dengan Amerika
yang tujuannya agar jangan terjadi pemberian suara yang sama.
Andaikata Amerika sudah memastikan negara2 Opposisi ini akan menentang
pengakuan, maka Amerika akan mengakuinya, dan sebaliknya, apabila
negara2 opposisi ini akan mengakuinya, maka Amerika akan menolak
pengakuannya.
Memang bangsa Indonesia sudah rusak kemampuannya untuk berpikir secara
rasional, mereka hanya dikendalikan oleh emosi kebencian agamanya saja
yang menganggap apapun atau siapapun yang berkecendrungan ke Agama
Islam sebagai landasan untuk memberi dukungannya. Padahal Serbia dan
Kosovo itu keduanya hanyalah kuda lumping Amerika dan Eropah untuk
menimbulkan instabilitas di Eropah Timur dalam kaitannya sisa2 perang
dingin dengan sisa2 komunis yang masih gentayangan. Pengakuan Amerika
dan Eropah ini akan konsistent nantinya dengan juga mengakui Aceh
Merdeka, Maluku Merdeka, dan juga Papua Merdeka.
Jadi, kalo RI mau mengakui Kosovo atas landasan hak untuk merdeka,
maka dengan landasan yang sama harus juga konsistent mengakui hak
untuk merdeka Aceh, Maluku, dan Papua bahkan bisa bertambah lebih luas
lagi.
Dan harus sejajar dengan mengakui hak Israel untuk MERDEKA dan
mengutuk ARAB PALESTINA yang merupakan sumber terror untuk
menghancurkan Israel !!!! Pada hakekatnya sejalan dengan
kebijaksanaan politik RI dimana Orang Cina Indonesia bukanlah orang
Indonesia melainkan orang keturunan Cina yang lahir di Indonesia. Dan
Arab Palestina sama sekali bukan orang Palestina, melainkan orang2
Arab yang beragama Islam yang datang ke tanah Palestina untuk mengusir
dan memusnahkan penduduk aselinya.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
Minggu, 24 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar